MAKALAH KARBOHIDRAT
“Bioetanol dari
karbohidrat”
Dosen
: Indriani S,.TP ,.M,SC
Di
susun oleh:
Abdurrahman
nauval D1C011017
Aprianus
nababan D1C011014
Bella Dwi Pasca D1C012036
Chyntia
meilisa D1C011018
Muhammad Ardianto D1C011062
Ratnawati
D1C011005
Rinto Parulian Tamba D1C011060
Yuda Tri
Lesmana D1C011024
Zoles Purwati D1C010022
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI
HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada
masa sekarang bahan bakar menjadi kebutuhan pokok di kalangan masyarakat dan
pemakainya cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan sumber bahan bakar
minyak yang dipakai saat ini semakin menipis. Oleh karena itu perlu bahan
alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi.
Bioetanol
dapat di gunakan sebagai salah satu bahan bakar alternatif untuk mengatasi
kebutuhan bahan bakar pada saat ini. Bioetanol merupakan bahna bakar berasal
dari cairan hasil fermentasi karbohidrat mengunakan bantuan mikroorganisme.
Di
alam karbohidrat terdapat dalam semua tumbuhan yang penting bagi kehidupan.
karbohidrat merupakan polihidroksialdehid atau polihidroksiketon. Menurut“
Yulianggi,M ,2008” Secara Kimiawi karbohidrat pada dasarnya merupakan kimia gabungan
dari dua gugus fungsi, yaitu gugus hidroksil dan gugus karbonil.
Karena
karbohidrat di alam terdapat dalam jumlah yang melimpah maka dapat dimanfaatkan
menjadi salah satu sumber pembuatan bioetanol. Menurut Tri retno,D dan Wasir
nuri, 2011 “Bioetanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber
karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme”. Produksi bioetanol dari
tanaman yang mengandung karbohidrat di lakukan melalui proses konversi
karbohidrat menjadi gula atau glukosa dengan beberapa metode diantaranya dengan
hidrolisis asam dan secara enzimatis. Metode hidrolisis secara enzimatis lebih
sering digunakan kerena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis
asam. Namun kedua metode tersebut juga dapat di gabungkan(campuran) kedua
metode tersebut. Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses fermentasi
atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga diperoleh bioetanol.
1.2.Tujuan
Tujuan pembuatan
makalah ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol dari karbihidrat.
1.3. Rumusan masalah
1. Sumber
karbohidrat yang dapat di manfaatkan sebagai bahan pembuatan bioetanol ?
2. Definisi
bioetanol ?
3. Proses
pembuatan bioetanol dan reaksinya
?
4. Sifat
dan fungsi dari bioetanol ?
5. Kelebihan
dan kekurangan dari bioetanol ?
BAB
II
ISI
2.1. Sumber
Karbohidrat untuk Pembuatan Bioetanol
Keberadaan
Karbohidrat di alam dalam jumlah yang melimpah, beberapa di antaranya dapat di
manfaatkan sebagai sumber bahan baku
pembuatan bioetanol. Produksi bioetanol dengan cara fermentasi dapat diproduksi
dari tiga macam sumber karbohidrat yaitu:
a. Bahan
yang mengandung gula atau disebut juga substansi sakarin yang rasanya manis
misalnya seperti gula tebu, gula bit, molase (tetes), macam- macam sari buah-buahan
dan lain-lain. Molase mengandung 50-55% gula yang dapat difermentasi, yang
terdiri dari 69% sukrosa dan 30% gula inversi.
b. Bahan
yang menegandung pati misalnya padi-padian, jagung, gandum, kentang sorgum,
malt, barley, ubi kayu dan lain-lain.
c. Bahan-bahan
yang mengandung selulosa misalnya kayu, jerami, tongkol jagung, cairna buangan
pabrik pulp dan kertas (waste sulfire liquor).
Produksi
etanol atau bioetanol (alkohol) dengan bahan baku tanaman yang mengandung
selulosa dilakukan melalui proses konversi selulosa menjadi gula (glukosa)
larut air, kemudian dari glukosa dikonversi lagi menjadi etanol (Minarni,N DKK, 2013)
2.2.
Definisi Bioetanol
Menurut
Tri retno,D dan Wasir nuri, 2011 “Bioetanol merupakan cairan hasil proses
fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan
mikroorganisme”. Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung karbohidrat di
lakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula atau glukosa dengan
beberapa metode diantaranya dengan hidrolisis asam dan secara enzimatis. Metode
hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan kerena lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan katalis asam. Namun kedua metode tersebut juga
dapat di gabungkan(campuran). Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan
proses fermentasi atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga
diperoleh bioetanol.
Sedangkan
menurut “minarni,N DKK, 2013” fermentasi etanol atau bioetanol merupakan
aktivitas penguraian gula (karbohidrat) menjadi senyawa bioetanol dengan
mengeluarkan gas CO2. Dimana fermentasi di lakukan dalam kondisi anaerob atau
tanpa oksigen dan umumnya produksi bietanol menggunakan mikroba Saccharomyces
cerevisiae. Mikroba ini dapat digunakan untuk konversi gula menjadi bioetanol
dengan kemampuan konversi yang baik, tahan terhadap bioetanol kadar
tinggi,tahan terhadap pH rendah, dan tahan terhadap temperature tinggi.
2.3.
Proses Pembuatan Bioetanol
Proses
pembuatan bietanol tergantung dari bahan bakunya. Bahan yang mengandung gula
biasanya tidak atau hanya sedikit memerlukan pengolahan pendahuluan. Tetapi bahan-bahan yang mengandung pati atau selulosa harus
dihidrolisa terlebih dahulu menjadi gula barulah dilakukan fermentasi menjadi
etanol. Menurut “Minrni,N DKK, 2013” produksi
etanol/bioetanol (alkohol) dengan bahan baku tanaman yang mengandung pati atau
karbohidrat, dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menajdi gula
(glukosa) larut air.
Tabel 1. Konversi Bahan Baku Tanaman yang Mengandung Pati atau Karbohidrat dan Tetes menjadi Bio-etanol
|
Bahan baku
|
Kandungan gula
dalam bahan baku
|
Jumlah hasil
konversi
|
Perbandingan
bahan baku dan Bioetanol
|
|
|
Jenis
|
konsumsi
|
Kg
|
Bioetanol
(liter)
|
|
|
Ubi kayu
|
1000
|
250-300
|
166,6
|
5:1
|
|
Ubi jalar
|
1000
|
150-200
|
125
|
8:1
|
|
Jagung
|
1000
|
600-700
|
200
|
5:1
|
|
Sagu
|
1000
|
120-160
|
90
|
12:1
|
|
Tetes
|
1000
|
500
|
250
|
4:1
|
Glukosa dapat dibuat dari
pati-patian, proses pembuatannya dapat dibedakan berdasarkan zat pembantu yang
dipergunakan, yaitu hidrolisa asam dan hidrolisa enzym. Berdasarkan kedua jensi
hidrolisa tersebut, saat ini hidrolisa enzym lebih banyak dikembangkan.
Sedangkan hidrolisa asam (misalnya dengan asam sulfat) kurang dapat berkembang,
sehingga proses pembuatan glukosa dari pati-patian sekarang ini dipergunakan
dengan hidrolisa enzym. Dalam proses konversi karbohidrat menjadi gula
(glukosa) larut air dilakukan dengan penambahan air dan enzym, kemudian
dilakukan proses peragian atau fermentasi gula menjadi etanol dengan
menambahkan yeast atau ragi. (Minrni,N DKK,2013).
Secara singkat
teknologi proses produksi ethanol/bio-ethanol tersebut sebagai berikut:
1. Gelatinisasi
Dalam proses
gelatinasi, bahan baku ubi kayu, ubi jalar, atau jagung dihancurkan dan
dicampur air sehingga menjadi bubur, yang diperkirakan mengandung pati 27-30
persen.
2. Fermentasi
Proses
fermentasi dimaksudkan untuk mengubah glukosa menjadi ethanol/bio-ethanol
(alkohol) dengan menggunakan yeast. Alkohol yang diperoleh dari proses
fermentasi ini, biasanya alkohol dengan kadar 8 sampai 10 persen volume.
3. Distilasi
Untuk
memurnikan bioetanol menjadi berkadar lebih dari 95% agar dapat dipergunakan
sebagai bahan bakar, alkohol hasil fermentasi yang mempunyai kemurnian sekitar
40% tadi harus melewati proses destilasi untuk memisahkan alkohol dengan air
dengan memperhitungkan perbedaan titik didih kedua bahan tersebut yang kemudian
diembunkan kembali.
Reaksi yang
terjadi pada proses produksi etanol/bioetanol secara sederhana ditunjukkan pada
reaksi 1 dan 2 sebagai berikut:
Enzim
H2O
Selulosa glukosa
Glukosa yeast etanol karbondioksida
2.4. Sifat dan Fungsi Bioetanol

Selain sebagai pengganti bahan
bakar minyak, bioetanol memiliki fungsi lain yang dapat di mamfaatkan, di antaranya
yaitu mengurangi efek rumah
kaca, sebagai bebas zat
berbahaya (Co,
Nox dan UHC) diversifikasi
energi, bahan dasar minuman beralkohol,
bahan bakar roket,
bahan kimia dasar senyawa organic,
antiseptic, antidote beberapa racun,
pelarut untuk parfum, cat dan larutan obat, digunakan untuk pembuatan beberapa deodoran dan
untuk mengobati depresi dan obat bius.
2.5. Kelebihan dan
Kekurangan Bioetanol
Kelebihan dari bioetanol yaitu
dapat di gunakan sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak yang bersumber
biasanya dari minyak bumi serta bioetanol dapat di manfaatkan dalam industri
lain baik di gunakan sebagai bahan baku dalam industri maupun sebagai bahan
campuran dan tambahan. Namun bioetanol memilki kelemahan yaitu mempunyai sifat
korosif dan membuat mesin lebih sulit untuk di starter jika di gunakan sebagai
bahan bakar minyak pengganti premuim.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bioetanol merupakan cairan hasil
proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan
mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Produksi bioetanol dengan cara fermentasi
dapat diproduksi dari tiga macam sumber karbohidrat yaitu bahan yang mengandung
gula (sakarin), mengandung pati, dan bahan yang mengandung selulosa. Bioetanol
di gunakan sebagai bahan bakar pengganti premium dan industri lainnya namun
memilki bioetanol memiliki kelemahan yaitu bersifat korosif dan dalam
penggunaannya sebagai bahan pengganti premium membuat mesin menjadi sulit untuk
di starter.
DAFTAR PUSTAKA
Minarni,N
DKK. 2013. Pembuatan Bioetanol dengan bantuan
Saccharomyces cerevisiae dari Glukosa. Universitas Brawijaya: Malang
Tri
retno, D dan wasir nuri. 2011. Pembuatan
Bioetanol Dari Kulit Pisang. Proseding Seminar Nasional Teknik kimia:
Yogyakarta
Yulianggi,M.
2008. Penyelamatan Lingkungan Industri dan
Penanganan Masalah Minyak BBM. Diakses tanggal1 desember 2013

PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO
BalasHapusmenyediakan ENZYM GLUCO AMYLASE untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro