Jumat, 07 Februari 2014

Makalah Karbohidrat - Bioetanol



MAKALAH KARBOHIDRAT
“Bioetanol dari karbohidrat”


 




Dosen : Indriani S,.TP ,.M,SC
Di susun oleh:
Abdurrahman nauval                          D1C011017
Aprianus nababan                               D1C011014
Bella Dwi Pasca                                  D1C012036
Chyntia meilisa                                   D1C011018
Muhammad Ardianto                        D1C011062
Ratnawati                                            D1C011005
Rinto Parulian Tamba                         D1C011060
Yuda Tri Lesmana                             D1C011024
Zoles Purwati                                      D1C010022


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013












BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada masa sekarang bahan bakar menjadi kebutuhan pokok di kalangan masyarakat dan pemakainya cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan sumber bahan bakar minyak yang dipakai saat ini semakin menipis. Oleh karena itu perlu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi.
Bioetanol dapat di gunakan sebagai salah satu bahan bakar alternatif untuk mengatasi kebutuhan bahan bakar pada saat ini. Bioetanol merupakan bahna bakar berasal dari cairan hasil fermentasi karbohidrat mengunakan bantuan mikroorganisme.
Di alam karbohidrat terdapat dalam semua tumbuhan yang penting bagi kehidupan. karbohidrat merupakan polihidroksialdehid atau polihidroksiketon. Menurut“ Yulianggi,M ,2008” Secara Kimiawi karbohidrat pada dasarnya merupakan kimia gabungan dari dua gugus fungsi, yaitu gugus hidroksil dan gugus karbonil.
Karena karbohidrat di alam terdapat dalam jumlah yang melimpah maka dapat dimanfaatkan menjadi salah satu sumber pembuatan bioetanol. Menurut Tri retno,D dan Wasir nuri, 2011 “Bioetanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme”. Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung karbohidrat di lakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula atau glukosa dengan beberapa metode diantaranya dengan hidrolisis asam dan secara enzimatis. Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan kerena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam. Namun kedua metode tersebut juga dapat di gabungkan(campuran) kedua metode tersebut. Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses fermentasi atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga diperoleh bioetanol.




1.2.Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol dari karbihidrat.

1.3. Rumusan masalah
1.      Sumber karbohidrat yang dapat di manfaatkan sebagai bahan pembuatan bioetanol ?
2.      Definisi bioetanol ?
3.      Proses pembuatan bioetanol dan reaksinya ?
4.      Sifat dan fungsi dari bioetanol ?
5.      Kelebihan dan kekurangan dari bioetanol ?






BAB II
ISI

2.1.  Sumber Karbohidrat untuk Pembuatan Bioetanol
Keberadaan Karbohidrat di alam dalam jumlah yang melimpah, beberapa di antaranya dapat di manfaatkan sebagai sumber bahan  baku pembuatan bioetanol. Produksi bioetanol dengan cara fermentasi dapat diproduksi dari tiga macam sumber karbohidrat yaitu:
a.       Bahan yang mengandung gula atau disebut juga substansi sakarin yang rasanya manis misalnya seperti gula tebu, gula bit, molase (tetes), macam- macam sari buah-buahan dan lain-lain. Molase mengandung 50-55% gula yang dapat difermentasi, yang terdiri dari 69% sukrosa dan 30% gula inversi.
b.      Bahan yang menegandung pati misalnya padi-padian, jagung, gandum, kentang sorgum, malt, barley, ubi kayu dan lain-lain.
c.       Bahan-bahan yang mengandung selulosa misalnya kayu, jerami, tongkol jagung, cairna buangan pabrik pulp dan kertas (waste sulfire liquor).
Produksi etanol atau bioetanol (alkohol) dengan bahan baku tanaman yang mengandung selulosa dilakukan melalui proses konversi selulosa menjadi gula (glukosa) larut air, kemudian dari glukosa dikonversi lagi menjadi etanol (Minarni,N DKK, 2013)

2.2. Definisi Bioetanol
Menurut Tri retno,D dan Wasir nuri, 2011 “Bioetanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme”. Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung karbohidrat di lakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula atau glukosa dengan beberapa metode diantaranya dengan hidrolisis asam dan secara enzimatis. Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan kerena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam. Namun kedua metode tersebut juga dapat di gabungkan(campuran). Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses fermentasi atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga diperoleh bioetanol.
Sedangkan menurut “minarni,N DKK, 2013” fermentasi etanol atau bioetanol merupakan aktivitas penguraian gula (karbohidrat) menjadi senyawa bioetanol dengan mengeluarkan gas CO2. Dimana fermentasi di lakukan dalam kondisi anaerob atau tanpa oksigen dan umumnya produksi bietanol menggunakan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Mikroba ini dapat digunakan untuk konversi gula menjadi bioetanol dengan kemampuan konversi yang baik, tahan terhadap bioetanol kadar tinggi,tahan terhadap pH rendah, dan tahan terhadap temperature tinggi.

2.3. Proses Pembuatan Bioetanol
Proses pembuatan bietanol tergantung dari bahan bakunya. Bahan yang mengandung gula biasanya tidak atau hanya sedikit memerlukan pengolahan pendahuluan. Tetapi bahan-bahan yang mengandung pati atau selulosa harus dihidrolisa terlebih dahulu menjadi gula barulah dilakukan fermentasi menjadi etanol. Menurut “Minrni,N DKK, 2013” produksi etanol/bioetanol (alkohol) dengan bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat, dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menajdi gula (glukosa) larut air.

Tabel 1.  Konversi Bahan Baku Tanaman yang Mengandung Pati atau Karbohidrat dan Tetes menjadi Bio-etanol
Bahan baku
Kandungan gula dalam bahan baku
Jumlah hasil konversi
Perbandingan bahan baku dan Bioetanol
Jenis
konsumsi
Kg
Bioetanol
(liter)
Ubi kayu
1000
250-300
166,6
5:1
Ubi jalar
1000
150-200
125
8:1
Jagung
1000
600-700
200
5:1
Sagu
1000
120-160
90
12:1
Tetes
1000
500
250
4:1

Glukosa dapat dibuat dari pati-patian, proses pembuatannya dapat dibedakan berdasarkan zat pembantu yang dipergunakan, yaitu hidrolisa asam dan hidrolisa enzym. Berdasarkan kedua jensi hidrolisa tersebut, saat ini hidrolisa enzym lebih banyak dikembangkan. Sedangkan hidrolisa asam (misalnya dengan asam sulfat) kurang dapat berkembang, sehingga proses pembuatan glukosa dari pati-patian sekarang ini dipergunakan dengan hidrolisa enzym. Dalam proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air dilakukan dengan penambahan air dan enzym, kemudian dilakukan proses peragian atau fermentasi gula menjadi etanol dengan menambahkan yeast atau ragi. (Minrni,N DKK,2013).
Secara singkat teknologi proses produksi ethanol/bio-ethanol tersebut sebagai berikut:
1.      Gelatinisasi
Dalam proses gelatinasi, bahan baku ubi kayu, ubi jalar, atau jagung dihancurkan dan dicampur air sehingga menjadi bubur, yang diperkirakan mengandung pati 27-30 persen.
2.      Fermentasi
Proses fermentasi dimaksudkan untuk mengubah glukosa menjadi ethanol/bio-ethanol (alkohol) dengan menggunakan yeast. Alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi ini, biasanya alkohol dengan kadar 8 sampai 10 persen volume.
3.      Distilasi
Untuk memurnikan bioetanol menjadi berkadar lebih dari 95% agar dapat dipergunakan sebagai bahan bakar, alkohol hasil fermentasi yang mempunyai kemurnian sekitar 40% tadi harus melewati proses destilasi untuk memisahkan alkohol dengan air dengan memperhitungkan perbedaan titik didih kedua bahan tersebut yang kemudian diembunkan kembali.
Reaksi yang terjadi pada proses produksi etanol/bioetanol secara sederhana ditunjukkan pada reaksi 1 dan 2 sebagai berikut:

Enzim
H2O
(C6H10O5)n                            N C6H12O6                                       ...................(1)
Selulosa                                        glukosa

(C6H12O6)n                                2 C5H5OH  +   2CO2                   ...................(2)
Glukosa           yeast                 etanol               karbondioksida


2.4. Sifat dan Fungsi Bioetanol


Selain sebagai pengganti bahan bakar minyak, bioetanol memiliki fungsi lain yang dapat di mamfaatkan, di antaranya yaitu mengurangi efek rumah kaca, sebagai bebas zat berbahaya (Co, Nox dan UHC) diversifikasi energi, bahan dasar minuman beralkohol, bahan bakar roket, bahan kimia dasar senyawa organic, antiseptic, antidote beberapa racun, pelarut untuk parfum, cat dan larutan obat, digunakan untuk pembuatan beberapa deodoran dan untuk mengobati depresi dan obat bius.

2.5. Kelebihan dan Kekurangan Bioetanol
Kelebihan dari bioetanol yaitu dapat di gunakan sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak yang bersumber biasanya dari minyak bumi serta bioetanol dapat di manfaatkan dalam industri lain baik di gunakan sebagai bahan baku dalam industri maupun sebagai bahan campuran dan tambahan. Namun bioetanol memilki kelemahan yaitu mempunyai sifat korosif dan membuat mesin lebih sulit untuk di starter jika di gunakan sebagai bahan bakar minyak pengganti premuim.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Bioetanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Produksi bioetanol dengan cara fermentasi dapat diproduksi dari tiga macam sumber karbohidrat yaitu bahan yang mengandung gula (sakarin), mengandung pati, dan bahan yang mengandung selulosa. Bioetanol di gunakan sebagai bahan bakar pengganti premium dan industri lainnya namun memilki bioetanol memiliki kelemahan yaitu bersifat korosif dan dalam penggunaannya sebagai bahan pengganti premium membuat mesin menjadi sulit untuk di starter.





DAFTAR PUSTAKA

Minarni,N DKK. 2013. Pembuatan Bioetanol dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae dari Glukosa. Universitas Brawijaya: Malang
Tri retno, D dan wasir nuri. 2011. Pembuatan Bioetanol Dari Kulit Pisang. Proseding Seminar Nasional Teknik kimia: Yogyakarta
Yulianggi,M. 2008. Penyelamatan Lingkungan Industri dan Penanganan Masalah Minyak BBM. Diakses tanggal1 desember 2013

1 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan ENZYM GLUCO AMYLASE untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus